CATATLS #5
BEYOND THE STARS
Apa itu CATATLS?
CATATLS adalah suatu bentuk catatan materi pada tiap pertemuan TETI LAB SKILL. Isi catatan biasanya mencakup materi dari pembicara yang berbeda. Selain itu, CATATLS adalah wadah bagi saya untuk menyalurkan kreativitas membuat catatan berbasis website. Pada CATATLS ke-5 yang berjudul “Beyond The Stars” ini, Banyak kegiatan-kegiatan dan materi-materi yang seru. Penasaran sama kegiatannya? yuk saksikan
ORASI KPU
Materi Inti
Pada materi pertama, kami diberi ilmu terkait public speaking oleh kakak Eugenia Kwang dari Fakultas Hukum. Ilmu komunikasi yang baik menurut Wilbur Schramn (Bapak Ilmu Komunikasi) adalah komunikasi yang bukan sekedar satu arah, tetapi proses dua arah. Dalam komunikasi juga selalu ada feedback dari penerima pesan ke pengirim. Selain itu, komunikasi yang efektif terjadi apabila pengirim dan penerima memiliki bidang pengalaman yang sama.
Komunikasi itu merupakan kebutuhan karena komunikasi itu sangat erat dengan kehidupan bermasyarakat. TIdak mungkin kita bisa melewati satu hari tanpa berkomunikasi ke siapa pun. Dalam komunikasi, ada komunikasi yang efektif dan etis. Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang mendengarkan dengan empati dan memberi ruang bicara, menjaga sikap, ekspersi, dan bahasa tubuh yang ositif, serta menyampaikan pesan secara jelas dan membangun. Sedangkan, komunikasi etis adalah komunikasi yang menghargai dan menghormati lawan bicara, menggunakan bahasa yang inklusif, sopan, dan tidak diskriminatif, serta menyampaikan informasi secara jujur.
Sesosok Dale Carnegie pernah mengungkapkan dalam bukunya “When dealing with people, remember you are not dealing with creatures of logic, but creatures of emotion”. Maksud beliau adalah pesan yang kamu sampaikan dalam komunikasi tidak efektif apabila dilakukan secara tidak etis.
Dalam public speaking, tentu ada teknik-tekniknya(jaya-jaya). Terdapat teknik verbal dan non-verbal. Teknik verbal mencakup teknik kecepatan menyampaikan informasi, teknik mengatur nada dan intonasi suara, serta teknik menggunakan bahasa yang tepat. Sedangkan, teknik non-verbal mencakup teknik kontak mata pada lawan bicara, teknik ekspresi ketika berkomunikasi, dan teknik menggunakan bahasa tubuh.
Komunikasi itu merupakan kebutuhan karena komunikasi itu sangat erat dengan kehidupan bermasyarakat. TIdak mungkin kita bisa melewati satu hari tanpa berkomunikasi ke siapa pun. Dalam komunikasi, ada komunikasi yang efektif dan etis. Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang mendengarkan dengan empati dan memberi ruang bicara, menjaga sikap, ekspersi, dan bahasa tubuh yang ositif, serta menyampaikan pesan secara jelas dan membangun. Sedangkan, komunikasi etis adalah komunikasi yang menghargai dan menghormati lawan bicara, menggunakan bahasa yang inklusif, sopan, dan tidak diskriminatif, serta menyampaikan informasi secara jujur.
Sesosok Dale Carnegie pernah mengungkapkan dalam bukunya “When dealing with people, remember you are not dealing with creatures of logic, but creatures of emotion”. Maksud beliau adalah pesan yang kamu sampaikan dalam komunikasi tidak efektif apabila dilakukan secara tidak etis.
Dalam public speaking, tentu ada teknik-tekniknya(jaya-jaya). Terdapat teknik verbal dan non-verbal. Teknik verbal mencakup teknik kecepatan menyampaikan informasi, teknik mengatur nada dan intonasi suara, serta teknik menggunakan bahasa yang tepat. Sedangkan, teknik non-verbal mencakup teknik kontak mata pada lawan bicara, teknik ekspresi ketika berkomunikasi, dan teknik menggunakan bahasa tubuh.
Pada materi kedua ini, kami diajari oleh Bapak Akta Wijaya K, seorang alumni UGM yang sekarang menjadi salah satu Direktur di PT INASTEK, terkait kewirausahaan. Di kondisi sektor industri saat ini, sudah banyak yang berubah. Misalnya, Ketidakpastian permintaan dan gangguan menghadapi sistem perencanaan. Minat keamanan nasional, hambatan perdagangan, dan gangguan logistik menuntut alternatif untuk rantai pasok global. Kemudian, terdapat penggusuran sebagian besar angkatan kerja sehingga terjadi penurunan dan pertumbuhan tidak seimbang.
Sedangkan dari sisi pencar kerja, beban hidup angkatan kerja masa mendatang akan semakin berat. Lapangan kerja juga memerlukan kompetensi yang semakin tinggi dan multi disiplin karena tantangan semakin rumit. Selain itu, pekerjaan akan semakin banyak menggunakan teknologi dan lintas disiplin.
Kompetensi yang dibutuhkan saat ini terbagi menjadi dua, yaitu kompetensi digital dan human skills. Kompetensi digital mengacu pada kemampuan yang memungkinankan seseorang memahami, menggunakan, dan menciptakan “nilai” dengan teknologi. Jangkauan kompetensi digital terus berubah sesuai dengan perkembangan teknologi digital. Human SKills mengacu pada kemamuan seseorang mmebangun relasi dengan hal di luar dirinya. Kemampuan-kemampuan seperti kemampuan ognitif, sosial, dan emosional. Dalam berwirausaha, kita harus memegang prinsip tanggung jawab, pilihan, inisiatif, dan resourcefulness. Selain itu, terdapat 4C (Connect, Collaboration, COmpetence, dan Competitive).
Cara memaksimalkan potensi anak muda bisa dengan 3E (Education, Engagement, Employment). Education merujuk pada peningkatan kualitas pendidikan untuk meningkatkan skill. Engagemen mengarah pada partisipasi aktif dalam kegiatan politik, sosial, dan perekonomian. Employment berarti menciptakan lapangan kerja baru untuk menyerap tenaga kerja berlimpah. Beliau memberi pesan berupa tips-tips dalam bekerja dan berwirausaha. Materi tersebut menumbuhkan rasa ingin membuat startup sendiri.
Sedangkan dari sisi pencar kerja, beban hidup angkatan kerja masa mendatang akan semakin berat. Lapangan kerja juga memerlukan kompetensi yang semakin tinggi dan multi disiplin karena tantangan semakin rumit. Selain itu, pekerjaan akan semakin banyak menggunakan teknologi dan lintas disiplin.
Kompetensi yang dibutuhkan saat ini terbagi menjadi dua, yaitu kompetensi digital dan human skills. Kompetensi digital mengacu pada kemampuan yang memungkinankan seseorang memahami, menggunakan, dan menciptakan “nilai” dengan teknologi. Jangkauan kompetensi digital terus berubah sesuai dengan perkembangan teknologi digital. Human SKills mengacu pada kemamuan seseorang mmebangun relasi dengan hal di luar dirinya. Kemampuan-kemampuan seperti kemampuan ognitif, sosial, dan emosional. Dalam berwirausaha, kita harus memegang prinsip tanggung jawab, pilihan, inisiatif, dan resourcefulness. Selain itu, terdapat 4C (Connect, Collaboration, COmpetence, dan Competitive).
Cara memaksimalkan potensi anak muda bisa dengan 3E (Education, Engagement, Employment). Education merujuk pada peningkatan kualitas pendidikan untuk meningkatkan skill. Engagemen mengarah pada partisipasi aktif dalam kegiatan politik, sosial, dan perekonomian. Employment berarti menciptakan lapangan kerja baru untuk menyerap tenaga kerja berlimpah. Beliau memberi pesan berupa tips-tips dalam bekerja dan berwirausaha. Materi tersebut menumbuhkan rasa ingin membuat startup sendiri.
Event-Event
Divisi-Divisi
Pengurus Inti
Humas, Publikasi, LO
Sponsorship
ACARA
DMD
WEBDEV
KSK
Teknis Event
Perlengkapan Logistik, Konsumsi
Divisi-Divisi
Secretary
Financial Director
Event Management
Design Dokumentas Video
Operational
Humas, LO, Content Creative
Web Developer
Administrative
Fundraise
Divisi-Divisi
Acara
KSK
Humpub
DDV
LO
WEBDEV
Multimedia
Perlogkon
Teknis IOT
Teknis EEC
SNF
Teknis Robotik
Keamanan
Divisi-Divisi
Sekbenz
Acara & Musisi
Humas
Sovkon
DDV
Perlengkapan
Divisi-Divisi
Acara
Humas
KSK
Sosmed
Desain Visual
Perkap